4 Pilar Pehaman Keuangan yang Perlu Dipahami Tidak Diajarkan Di Sekolah

Di sekolah cenderung diajarkan pengetahuan hard skill, mungkin sedikit soft skill, namun hampir tidak ada diajarkan mengenai pemahaman mengenai uang. Padal uang cukup penting untuk kelangsungan hidup.

Iya benar Uang bukan segalanya, tapi di jaman kondisi hidup saat ini segalanya membutuhkan uang. Tidak percaya? Coba saja keluar rumah dalam 24jam, sangat tidak mungkin bila tidak menggunakan uang, untuk transportasi, untuk makan, untuk rekreasi bahkan untuk kesehatan semuanya memerlukan uang.

Nah itu contoh sederhana menggunakan uang, tapi ternyata kita tidak hanya cukup bila memahami menggunakan uang. Ada langkah-lagkahnya untuk memahami uang secara lengkap, yuk kita bahas satu persatu.

4 Pilar pemahaman keuangan yang tidak diajarkan di sekolah

1. Pilar Menghasilkan Uang

Sebelum menggunakan uang, kita wajib memiliki uang terlebih dahulu. Nah cara menghasilkan uang wajib dipahami untuk semua orang yang sudah mandiri.

Uang dapat dihasilkan dari bekerja dan mendapatkan gaji, namun ada pula mendapatkan uang dari cara yang lain misal usaha atau dagang. Ini semua dikenal dengan cara menghasilkan uang secara aktif atau dengan kata lain perlu tenaga. pikiran, atau waktu untuk menukarnya dengan uang.

Apapun dan berapapun uang yang kamu dapatkan atau hasilkan sebaiknya dicatat dengan lengkap.

Ada cara lain menghasilkan uang tanpa perlu bekerja, yang dikatakan dengan passive income, menghasilkan uang tanpa perlu bekerja. Caranya adalah dengan menggunakan uang yang bekerja lebih keras untuk diri kita. Atau bila kamu belum memiliki uang untuk ‘bekerja’ sendiri, kamu dapat menggunakan 3 cara ini (OPI, OPT, OPM)

OPI (Other People Idea)

Menggunakan ide orang lain untuk mendapatkan penghasilan, bekerja sama dengan orang yg memiliki ide namun tidak memiliki uang ataupun waktu untuk menjalankannya.

OPT (Other People Time)

Biasanya orang yg memiliki banyak waktu cenderung biasanya orang yang tidak bekerja (tidak semua). Nah kita dapat bekerja sama dengan orang tersebut dengan mempekerjakannya.

OPM (Other People Money)

Orang yang memilki uang lebih, biasanya paham harus diinvestasikan untuk menjadi lebih banyak lagi. Nah biasanya kekurangan mereka adalah di ide dan mengerjakannya. Bekerja samalah dengan orang tersebut dengan menawarkan ide beserta cara mewujudkannya dengan meyakinkan mereka untuk berinvestasi kepada Ide dan waktu Anda

2. Pilar Membelanjakan Uang

Setelah tahu cara menghasilkan uang dan memilki uang, tahap berikutnya adalah harus paham bagaimana caranya membelanjakan uang.

Berbelanja itu ternyata konsepnya adalah bukan selalu harganya paling murah ataupun paling mahal, tetapi melainkan value dari barang atau experience yang dibeli itu apa yang kita suka (it is wort it?).

Belajar berhitung, belajar menawar, belajar mengalokasikan uang yang akan dibelanjakan merupakan hal yang tidak kalah penting dengan pemahaman meng-investasikan uang.

Pernahkah Anda bertemu, teman atau kerabat yang gaji sudah naik berkali kali tapi tetap tidak memiliki uang lebih. Karena setiap bulan uang gajinya habis untuk membayar cicilan rumah, mobil, handphone, kartu kredit, dan hal konsumtif lainnya. Inilah kenapa perlu memahami cara membelanjakan uang.

Atur atau kelola uang Anda dengan mengatur jumlah belanja. Contoh misalkan gaji Anda 10jt per bulan.

  1. Usahakan maksimal cicilan utang Anda itu maksimal 30% dari total penghasilan untuk semua cicilan. Jadi maksimal 3juta rupiah digunakan untuk membayar cicilan mobil, handphone, kartu kredit dll.
  2. Lalu berikutnya pengeluaran rutin, 40-60% dari total penghasilan, yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari hari seperti untuk biaya makan, transportasi, kebutuhan rumah dan lainnya (basic needs).
  3. Menabung dan Investasi 10-30% perbulan. Ini akan dibahas lebih lengkap di pilar ke 4
  4. Lifestyle atau gaya hidup maksimal 20%. Namanya manusia juga butuh hiburan untuk menjaga kestabilan tenaga dan pikiran. Jadi tidak ada salahnya menyediakan budget untuk gaya hidup, misalnya untuk nonton, makan di restoran, cafe dll.

Jadi dengan memahami Pilar Membelanjakan Uang bukan berarti Anda dilarang menikmati hasil kerja atau jeri payah Anda, tapi alangkah baiknya dibatasi sesuai kondisi keuangan dan Anda juga belajar untuk mengambil keputusan.

Cara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan (lebih besar pasak dari pada tiang)

Disini gaya hidup akan sangat mempegaruhi keuangan Anda. Jadi tinggal pilih ingin hidup sederhana tapi uang banyak atau “terlihat” kaya tapi ternyata utangnya yang banyak 🙂

3. Pilar Berbagi Uang

Perlu kita pahami bahwa uang dan seluruh harga kekayaan kita tidak dibawa mati, tapi kita perlu memiliki uang untuk hidup dan perlu ada orang lain untuk dibantu. Jadi pemahaman penghasilkan bukan semuanya milik kita, didalamnya adalah titipan milik istri, anak, orang tua, fakir miskin dan lainnya.

Jadi selain paham menghasilkan uang, dan membelanjakan uang. Kita juga perlu paham berbagi uang. Yang paling sederhana untuk teman-teman Muslim, ada yang namanya Zakat, setidaknya 2.5% dari penghasilan untuk dibagikan dan teman-teman Kristiani ada yang namanya perpuluhan. Dimana kita diajarkan untuk berbagi kepada sesama manusia. Karena kita hidup di dunia yang tidak sendirian bukan?

Sisihkanlah sebagian dari uang untuk dibagikan. Ambil contoh sederhana, bila sebagian untuk kita bagikan kepada orang tua, apakah mereka tidak senang? Pastinya mereka akan sangat senang sekali, dan pasti orang tua akan mendoakan Anda untuk mendapatkan penghasilan lebih banyak lagi. Berbagi ke Istri, pacar, pembantu, supir dan bila lebih besar bisa rutin berbagi ke Panti atau Yayasan yang membutuhkannya.

4. Pilar Menyimpan Uang

Nah ini merupakan pilar terakhir dari pemahaman tentang keuangan. Menyimpan uang bertujuan untuk menjaga kondisi gaya hidupmu untuk tetap berjalan kedepannya, dan tidak sampai malah menjadi turun dan selain itu memberikan jaminan atas masa depan Anda.

Sejak kecil ataupun waktu disekolah, kita selalu diajarkan kalau ada uang di tabung, tapi di jaman sekarang uang yg ditabung (di bank) bukan menjadi saran yang baik lagi. Kenapa demikian? Karena dengan menyimpan uang di bank, (mungkin) jumlah tabungannya akan meningkat tapi nilainya pasti akan semakin turun. Karena nilai suku bunga uang yg disimpan di bank lebih kecil dari nilai inflasi (penurunan nilai uang), belum lagi biaya admin dan potongan atas bunganya. Makanya menabung bukan menjadi saran yang relevant lagi di kondisi saat ini.

Boleh menyimpan uang di bank tapi sifatnya adalah untuk transaksi perbankan saja, tidak untuk menyimpan banyak ataupun diinvetasikan di tabungan.

Jadi pemahaman menyimpan uang disini adalah menginvestasikan uang Anda. Tujuan Investasi banyak sekali bentuk dan jenisnya, seperti investasi pendidikan, investasi hari tua/pensiun, dll.

Dan jenis-jenis investasi dapat melalui instrument yang berbeda-beda, misalnya properti, emas, reksadana, saham, bisnis dan lainnya.

Yang mana tujuan dari investasi disini untuk mendapatkan nilai keuntungan uang Anda yang lebih besar dari nilai inflasi uang.

Nah untuk lebih detailnya membahas investasi, nantikan dipembahasan berikutnya dari blog ini. Yuk diskusi di komentar!

 

“Orang awam menukar keberhasilan berdasarkan materi yang tampak”

Bagaimana Pendapat Anda?

  • WordPress
  • Facebook
Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.