Panggil Saja Aku Jul

Marketing, Internet, Teknologi, Hobi, & Ide

HaHaHa (Happy, Happier, Happiest)

Baru saja saya selesai membaca buku yang berjudul Love You, HaHaHa (Happy Happier Happiest) dari seorang penulis muda bernama Vidi Yulius Sunandar. Buku ini ditulis dengan sederhana, menggunakan bahasa ceplas-ceplos layaknya anak muda sedang ngobrol dengan temannya namun memiliki arti yang mendalam dan sangat menginspirasi.

buku love you hahaha happy, happier, happiest

Buku Love You – Happy, Happier, Happiest bisa Anda dapatkan disini ehipassiko.or.id/buku-dharma/

Berisi cerita sehari-hari dan mengutip dengan cara yang berbeda dari orang-orang hebat didunia seperti Albert Einstein, Michael Jordan, Gusdur, Ajahn Brahm, dan lain lain. Yang intinya adalah mengajak Anda tersenyum bahkan tertawa untuk bahagia.

Anda akan dibimbing menuju kebahagiaan yang “sebenarnya” Anda inginkan tanpa kesulitan. Seperti contoh pada kebanyakan orang apabila ditanya apa yang membuat mereka bahagia? Mereka akan memberikan “batasan-batasan” untuk menjadi bahagia. Seperti contoh: saya akan bahagia apabila memiliki rumah mewah, saya akan bahagia apabila naik jabatan, saya akan bahagia apabila mendapatkan hadiah, dan lain lain… sehingga kebahagiaan Anda ditentukan oleh hal lain, orang lain, maupun kondisi lain. Pertanyaannya, kenapa Anda perlu membatasi kebahagiaan? Sebenarnya kebahagiaan Anda sendiri adalah Anda sendiri yang menentukan bukan berdasarkan pihak lain. Anda bisa bahagia saat ini juga, ditempat ini juga, karena Andalah yang mengendalikan kebahagiaan tersebut.

Seperti anak-anak kecil selalu bisa bahagia tersenyum senang dan bahagia, karena mereka tidak penah membatasinya oleh karena itu didalam buku ini juga Anda diajak untuk menjadi anak-anak tetapi bukan kekanak-kanakan “Be Childlike, Not Childish” Bahkan lagu anak-anak yang berbunyi  “Disini Senang Disana Senang Dimana-Mana Hatiku Senang” sekilas tampak sederhana namun sebenarnya Anda bisa senang atau bahagia dimanapun Anda inginkan karena Anda yang menentukan, betul?

Saya teringat akan Warkop DKI (Dono Kasino Indro) para pelakon lawak yang menghasilkan film sepanjang masa, walaupun dua personilnya telah almarhum namun setiap menonton filmnya masih saja membuat saja tertawa terbahak-bahak. Mungkin kesenangan dan kebahagiaan itu yang ingin mereka sajikan untuk selama-lamanya.

Sehingga saya merasa perlu mengutip semboyan Warkop DKI  “Tertawalah sebelum Tertawa itu dilarang”.

Jadi kalau tidak dilarang mari kita Tertawa sama-sama HaHaHa…. 😀

Bagaimana Pendapat Anda?

  • Google Plus
  • Facebook
  • WordPress

0 Comments

  1. Thank you for reminder 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.